Majelis Bentala Syuhada

MBS 27 Desember 2020 – To Build a World Anew: Decolonization and Cold War in Indonesia

Assalamu’alaykum Warahmatullah Wabarakatuh.
Pesantren Mahasiswa Bentala Insan Adabi (PEMBINA) dan Pendidikan Kader Masjid Syuhada (PKMS) mengundang saudara dan saudari menghadiri Majelis Bentala Syuhada (MBS) #43.

To Build a World Anew: Decolonization and Cold War in Indonesia

Pemateri: Shofwan al Banna Choiruzzad, Ph.D.
(Pengajar Program Studi Hubungan Internasional Universitas Indonesia)

Waktu: Ahad, 27 Desember 2020, Pukul 20:00 – 22:00 WIB

Disiarkan langsung lewat aplikasi Zoom Meeting
Pendaftaran: bit.ly/BentalaSyuhada

Menutup tahun 2020 dan mengawali tahun 2021, Majelis Bentala Syuhada selama dua pertemuan akan mendiskusikan artikel jurnal terbaru Shofwan Al Banna, Ph.D., yang terbit di jurnal Asian Perspective.

Artikel ini memberi informasi penting bagi kita tentang proses kompleks pembangunan bangsa dan negarapascakolonial di Indonesia, yang mengarah pada pembentukan politik luar negeri “bebas-aktif” kebijakan luar negeri yang terlepas dari kekuatan besar untuk membawa Indonesia ke dalam pengaruh mereka.
Posisi ini berawal dari perlunya menjaga keutuhan negara yang baru berdiri dalam konteks persaingan yang ketat antar kelompok ideologi di Indonesia.

Secara global, Perang Dingin membentuk trajektori
bangsa dan negara Indonesia, karena membantu Indonesia mendapatkan
pengakuan internasional meskipun ada ambisi Belanda untuk mempertahankan kekuasaan kolonialnya. Narasi Indonesia sebagai pemimpin negara-negara Asia dan Afrika di tengah dominasi kekuatan-kekuatan besar yang mengancam telah memberikan kredibilitas baru di mata rakyat, serta menetapkan batas normatif
persaingan ideologis di dalam negeri.

Tetapi Perang Dingin juga mengganggu proyek pembangunan bangsa dan negara, seperti tampak pada beberapa peristiwa yang mengancam persatuan bahkan eksistensi bangsa baru ini. Salah satu dampaknya ialah pengucilan kelompok komunis dari kompromi nasional yang diperlukan untuk pembangunan bangsa dan negara.

Lantas apa relevansi pembahasan historis proses-proses global ini bagi wacana kebangsaan kita sekarang? Kami mengundang sang penulis, Shofwan Al Banna, Ph.D., untuk membahasnya. Saat ini, Shofwan adalah Kepala Program Studi Hubungan Internasional, FISIP Universitas Indonesia.

Acara ini terbuka untuk umum dan gratis.
_
Yayasan Bentala Tamaddun Nusantara
> Instagram: @bentala.tamaddun.nusantara
> Facebook: Yayasan Bentala Tamaddun Nusantara
> Website: www.bentala.or.id
> Email: yayasan.bentala@gmail.com
> Narahubung: 082261016745 (Alam)

Dukungan bagi kegiatan ini melalui donasi dapat disalurkan ke rekening di bawah ini:
0853781775 BNI Syariah a.n Yayasan Bentala Tamaddun Nusantara

Konfirmasi:
+62 852-3679-8989 (Arwyn)

Format:
Nama_domisili_tanggal transfer_nominal (lampirkan foto bukti transfer)

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.