Rihlah Ilmiah Mahasiswa UNIDA Gontor ke Bentala

Yayasan Bentala Tamaddun Nusantara menyambut kunjungan pada Selasa (8/12) dari mahasiswa program studi Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor. “Yang datang adalah perwakilan mahasiswa aqidah filsafat semester 2, sebanyak 44 orang,” ungkap Hasbi Arrijal, selaku dosen yang pendamping mahasiswa dalam kunjungan ini. “Dari kunjungan ini, diharapkan mahasiswa mendapat wejangan tentang worldview Islam lebih mendalam,” tambahnya dalam sambutan pembuka acara kunjungan ini.


Anton Ismunanto, selaku Ketua Yayasan Bentala, memberikan sambutan dengan menjelaskan tentang berdirinya Yayasan ini. Anton menjelaskan hubungan pendiri Yayasan Bentala dengan Gontor yang mana 5 orang dari Yayasan Bentala merupakan alumni PKU Gontor. “Perjalanan keluar pondok membuat kita melihat dunia lebih luas. Sejatinya pondok itu terlalu damai dan kondusif untuk belajar. Di luar pondok, tantangannya lebih dinamis, perlu bagi anak pondok untuk bersinggungan dengan kaum gerakan dengan topik dan melihat wacana yang beragam,” ujar Anton memberi sambutan.


Kemudian, Acara kunjungan dilanjutkan dengan bedah buku Tasawuf dan Tragedi oleh Ismail Al Alam, selaku penulis buku dan manajer program Yayasan Bentala. Alam menjelaskan tentang kritik kebudayaan sebagai pisau analisis dalam penulisan buku ini. Alam juga menjelaskan tentang kebudayaan Barat yang dilandasi oleh tradisi bernama tragedi yang memandang dunia yang nestapa dan tanpa makna. Kemudian, Alam membandingkannya dengan tradisi tasawuf dalam kebudayaan Islam.


Sesi terakhir adalah diskusi dan tanggapan dari mahasiswa yang sebelumnya sudah membaca buku tersebut. Kesempatan bertukar pikiran dengan penulis dari buku Tasawuf dan Tragedi ini dimanfaatkan para mahasiswa untuk memahami lebih dalam dari yang mereka baca.

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.